Charger SeTelapak Tangan Bisa Cas 4 Gadget, Anker 140 W Display

Table of Contents

review anker 140 w display charger

 Zaman sekarang, kita makin sering pakai istilah “produktif”. Tapi ironisnya, kadang justru barang-barang yang kita andalkan untuk produktivitas—laptop, HP, tablet, TWS—malah bikin hidup jadi ruwet.

Setiap barang punya chargernya masing-masing. Kabel beda-beda. Charger beda-beda. Port colokan di rumah atau kantor makin mirip stop kontak warung kelontong: padat, panas, dan rebutan.

Tapi tenang, manusia modern selalu menemukan solusi. Salah satunya: Anker 140W Display Charger.

Review Anker 140 W Display Charger

Sebuah charger dengan bentuk tak jauh beda dari sabun colek, tapi bisa ngecas empat perangkat sekaligus. Oh, dan ada layar kecilnya juga. Karena kenapa enggak?

Satu Charger untuk Mengatur Semua

Biasanya, semakin banyak perangkat, semakin banyak pula charger yang kita bawa. Akhirnya, tas kita jadi museum kabel. Tapi si Anker 140W ini datang sambil bilang: "Gak usah repot, bro. Gue bisa pegang semuanya."

Dengan tiga port USB-C dan satu USB-A, charger ini bisa menangani empat device sekaligus. Jadi kamu bisa cas laptop, smartphone, TWS, dan tablet tanpa harus nyari colokan tambahan. Ukurannya? Segede telapak tangan.

Beratnya? 280 gram lebih dikit. Dibanding charger laptop biasa, ini udah kayak diet sukses. Portnya juga gak cuma asal nempel.

Didistribusiin sedemikian rupa supaya charger gak gampang copot pas lagi semua port dipakai. Ini penting. Gak ada yang lebih menyebalkan daripada charger yang “pluk” sendiri saat ditinggal ke kamar mandi.

Layar Kecil yang Bikin Hidup Berasa Futuristik

Di bagian atas charger ini ada layar mungil yang nunjukin berbagai info. Dari daya tiap port, suhu kerja (dalam istilah puitis kayak "Normal", "High Performance", bukan derajat Celcius ya), sampai total waktu pemakaian.

Emoticon senyum juga muncul pas charger lagi bengong gak dipakai. Imut? Jelas. Perlu? Mungkin enggak. Tapi hidup ini bukan soal fungsi doang, kadang kita butuh gimmick yang bikin senyum sendiri.

Dan yang paling brilian: layar ini bisa diputar orientasinya. Jadi, kamu gak perlu kayak sedang berlatih yoga kepala saat baca info di layar.

Tinggal sentuh lingkaran kecilnya agak lama, voila! orientasi menyesuaikan. Kadang fitur kecil yang bikin kita merasa: “Wow, orang yang bikin ini beneran mikir.”

Performa: Lebih Cepat dari Charger Bawaan? Bisa Jadi

Kita masuk ke bagian yang bikin tech geek bergoyang. Charger ini dites ngecas laptop 70Wh yang biasanya butuh 2 jam lebih dikit buat full.

Tapi dengan Anker 140W? Cuma butuh 1 jam 52 menit. Lebih cepat, dan suhu tetap adem. HP Android 6.150 mAh juga bisa penuh dalam 36 menit—nyaris sama kayak charger bawaannya. Dan saat keduanya dicas bareng?

Waktu jadi sedikit lebih lama, tapi tidak dramatis. Charger tetap stabil. Gak ada ledakan. Gak ada panas. Hanya efisiensi.

Ketika tiga perangkat dicas bersamaan (laptop, HP, dan TWS), hasilnya malah cukup mencengangkan: laptopnya lebih cepat penuh.

Ya, kadang teknologi juga suka punya mood-nya sendiri. Tapi yang jelas, charger ini bekerja sebagaimana dijanjikan. Bahkan ketika semua port aktif, statusnya tetap “Normal”—baik suhu maupun output dayanya.

Kekurangan? Ada. Tapi Gak Bikin Nyesel

Tentu saja tidak ada produk yang sempurna. Ada beberapa hal yang bisa bikin kita mengangkat alis. Pertama, suhu kerja yang ditampilkan pakai istilah abu-abu kayak “cooling mode” atau “high performance”—bukan angka riil.

Jadi buat kamu yang demen ngukur suhu charger kayak ngukur suhu politik, ya mungkin agak kurang greget.

Kedua, gak ada pouch bawaannya. Jadi kalau kamu tipe yang rapi dan suka charger dibungkus manis sebelum masuk tas, kamu harus usaha sendiri cari tempatnya. Tapi yah, bukankah hidup memang sering kali tidak menyediakan pouch untuk hal-hal penting?

Siapa yang Cocok Pakai Ini?

Kalau kamu sering pindah-pindah tempat, bawa laptop dan HP ke mana-mana, atau kamu tinggal di rumah yang colokannya cuma dua tapi penghuni punya 14 device, maka charger ini adalah hadiah dari langit.

Juga cocok buat kamu yang suka tampilan minimalis—karena satu charger ini bisa bikin meja kerja atau tasmu terlihat lebih “satu charger untuk semua”, bukan “satu meja untuk semua charger”.

Dan buat kamu yang kerja mobile, nongkrong di kafe, atau sering naik pesawat—benda ini adalah jimat praktis. Gak makan tempat, gak makan waktu, dan gak makan hati.

Penutup: Kadang Teknologi Itu Aneh, Tapi Kita Suka

Charger ini dijual seharga sekitar Rp999 ribu. Mungkin buat sebagian orang ini mahal. Tapi coba hitung biaya mental dan emosional akibat kabel kusut, colokan penuh, dan tas berat.

Di titik tertentu, efisiensi bukan lagi soal waktu atau watt, tapi soal ketenangan batin. Dan Anker 140W Display Charger ini memberi itu.

Kecil, canggih, bisa empat sekaligus, dan punya layar kecil yang bikin kamu merasa seperti Tony Stark setiap kali ngecas TWS. Apalagi yang kurang?


Disclaimer: Ini bukan iklan. Ini suara batin orang yang capek bawa charger 3 kilo ke mana-mana.

Kalau kamu suka artikel seperti ini—nyantai tapi tetap berisi—bilang aja. Kita bisa bahas gadget lain, teknologi absurd, atau bahkan kenapa colokan di kafe selalu ada di meja yang udah ditempati orang lain.

Posting Komentar