Manajemen Pengguna dan Hak Akses di Linux: Panduan Lengkap Buat Pemula

Table of Contents

Penggunaan dan hak akses pada sistem operasi linux

 Linux itu sistem operasi yang dirancang buat multi-user. Artinya, dalam satu sistem, bisa ada banyak pengguna dengan level akses yang berbeda-beda.

Pahami Sistem User di Linux

Beda sama Windows yang biasanya cuma punya satu administrator buat segalanya, Linux punya sistem yang lebih ketat soal siapa yang bisa ngapain.

Secara garis besar, ada tiga jenis pengguna dalam Linux:

  1. Root → Root punya akses penuh ke sistem, bisa install, hapus, atau ubah konfigurasi apapun. Tapi hati-hati, salah perintah bisa bikin sistem rusak total.

  2. Regular User → Pengguna biasa yang bisa menjalankan aplikasi, bikin atau hapus file di foldernya sendiri, tapi nggak bisa ngubah sistem inti.

  3. System User → Akun-akun khusus yang dibuat otomatis oleh sistem untuk menjalankan proses tertentu, misalnya database atau web server.

Membuat dan Menghapus User di Linux

Sebagai administrator, lo bisa bikin atau hapus user sesuai kebutuhan.

Misalnya, kalau lo mau bikin user baru, cukup jalankan perintah ini di terminal:

  • sudo adduser namauser

Nanti lo bakal diminta buat masukin password dan beberapa detail lainnya. Kalau user udah nggak dipakai, bisa dihapus dengan:

  • sudo deluser namauser

Kalau lo mau hapus user beserta home directory-nya, pakai perintah ini:

  • sudo deluser --remove-home namauser

Mengatur Grup Pengguna

Linux juga punya sistem grup yang mempermudah pengelolaan banyak user. Tiap user bisa dimasukkan ke dalam satu atau lebih grup buat ngatur izin aksesnya.

Misalnya, kalau lo mau bikin grup baru buat tim developer:

  • sudo groupadd developer

Lalu tambahkan user ke grup tersebut:

  • sudo usermod -aG developer namauser

Buat ngecek user ada di grup mana aja:

  • groups namauser

Kalau mau ngehapus user dari grup:

  • sudo deluser namauser developer

Hak Akses File dan Folder di Linux

Di Linux, setiap file dan folder punya tiga jenis hak akses:

  1. Read (r) → Bisa baca file, tapi nggak bisa ngedit atau hapus.

  2. Write (w) → Bisa mengedit dan menghapus file.

  3. Execute (x) → Bisa menjalankan file kalau itu adalah program atau script.

Hak akses ini bisa dikasih ke tiga kategori:

  • Owner (pemilik file)
  • Group (grup yang punya akses ke file)
  • Others (pengguna lain di sistem)

Buat ngecek hak akses file, gunakan perintah:

  • ls -l nama_file

Hasilnya bakal kelihatan seperti ini:

  • -rw-r--r-- 1 user user 1024 Mar 10 12:00 dokumen.txt

Artinya:

  • Pemilik file (user) bisa membaca dan menulis.
  • Grup cuma bisa membaca.
  • Pengguna lain juga cuma bisa membaca.

Kalau mau ubah izin file, pakai perintah chmod. Contoh, kalau lo mau kasih hak eksekusi ke file script:

  • sudo chmod +x script.sh

Buat ngubah kepemilikan file ke user lain:

  • sudo chown namauser:namauser file.txt

Kesimpulan

Linux punya sistem user dan hak akses yang jauh lebih terstruktur dibanding sistem operasi lain.

Dengan manajemen pengguna yang ketat, keamanan sistem jadi lebih terjaga.

Kalau lo udah paham cara bikin user, ngatur grup, dan kasih izin akses ke file, berarti lo udah selangkah lebih dekat buat jadi power user di Linux. Jadi, siap ngelola sistem lo sendiri?

Posting Komentar